Labels

Friday, December 25, 2015

Natal, Damai dan Pedang

"Selamat Hari Natal, kiranya damai Natal menyertai kita semua."

Demikianlah pesan dan ucapan klise yang sering disampaikan saat hari Natal tiba setiap tahunnya. Pertanyaannya, apakah Natal memang sesungguhnya membawa damai? Dan kedamaian seperti apakah yang dibawa dalam hari Natal? Bukankah hari Natal diperingati sebagai datangnya Yesus Kristus sebagai Juruselamat ke dalam dunia? Dan untuk apakah Beliau datang?

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." - Matius 10:34-42

Jadi renungkan sekali lagi, untuk apa sesungguhnya kita merayakan Natal? Untuk apa sesungguhnya kita memperingati hari kelahiran-Nya? Untuk membawa damai yang penuh kompromi atau untuk menyatakan kemuliaan Sang Raja Damai?

Kelahiran dan kedatangan-Nya adalah sebagai Sang Pedang yang membawa pemisahan sampai semua kita teruji, apakah hati kita ini sesungguhnya memprioritaskan Dia di atas segalanya dalam segala perkara? Adakah kita didapati layak dan setia sampai akhir? Seberapa relakah kita kehilangan segalanya termasuk nyawa kita, demi menyambut kemuliaan-Nya yang sejati? 

Atau sebenarnya kita hanya ingin damai karena kita takut kehilangan nyawa kita?

Atau jikalau Aku membawa pedang atas negeri itu dan Aku berfirman: Hai Pedang, jelajahilah negeri itu!, dan Aku melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang, dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Adonay JEHOVAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan, tetapi hanya mereka sendiri akan diselamatkan.






Wednesday, December 23, 2015

The Eights

Tidak ada yang kebetulan, begitulah yang saya yakini, terutama berkenan dengan semua jalan kerja Tuhan yang memang terpola atau memiliki pola tanpa mengurangi sisi misterius cara Tuhan bekerja dari zaman ke zaman dan waktu ke waktu. Dan ketika berkenaan dengan segala sesuatu yang serba delapan, maka hal itu secara pasti akan membawa pembaharuan atau membawa sebuah awal yang baru. Berikut ini beberapa perkara yang tertulis di Alkitab berkenaan dengan angka delapan:

1. Metusalah - "Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah." - Kejadian 5:21. Ketika Tuhan menilai bahwa dunia semakin jahat dan terpuruk karena dosa, maka Tuhan berencana untuk menghapus seluruh peradaban manusia dengan mendatangkan air bah, dan untuk menunjukkan waktu datangnya hari penghakiman besar itu, maka Tuhan menunjukkan Metusalah (yang artinya adalah pada waktu kematiannya) sebagai penanda waktu yakni air bah datang di tahun yang sama wafatnya Metusalah. Dan jika kita hitung dari Adam yang pertama, maka Metusalah merupakan leluhur ke-8, sekaligus orang pertama yang melihat sebuah pengangkatan (rapture), yakni ayahnya sendiri, Henokh. Dan Metusalah juga orang pertama yang melihat anaknya, Lamekh, wafat lebih dulu, sebab dari sepuluh leluhur pertama yang disebutkan dalam Kitab Kejadian pasal 5, seluruh ayah wafat lebih dulu daripada anak-anaknya, kecuali Metusalah terhadap Lamekh. 

2. Bahtera - "Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu." - Kejadian 7:13. Misi untuk menyelamatkan ras manusia dari bencana air bah dan untuk memulai sebuah awal yang baru dimulai dengan 8 orang yang selamat karena masuk ke dalam bahtera.

3. Sunat - "Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu." - Kejadian 17:12. Pada prinsipnya Tuhan hendak berkata bahwa seorang bayi berusia 7 hari telah sempurna sebagai seorang manusia, namun dengan disunat maka ia diharapkan menjadi ciptaan yang baru. Prinsipnya sama dengan kita yang telah menerima Kristus harus mengalami sunat hati dari waktu ke waktu untuk menjadi manusia baru.

4. Ribkah, istri Ishak - "Sesudah itu Abraham mendapat kabar: 'Juga Milka telah melahirkan anak-anak lelaki bagi Nahor, saudaramu: Us, anak sulung, dan Bus, adiknya, dan Kemuel, ayah Aram, juga Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf dan Betuel.' Dan Betuel memperanakkan Ribka. Kedelapan orang inilah dilahirkan Milka bagi Nahor, saudara Abraham itu." - Kejadian 22:20-23. Ishak merupakan bayang-bayang Yesus Kristus yang hanya memiliki satu istri seumur hidupnya. Dan ayah mertuanya, yakni ayah Ribkah, Betuel merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara.

5. Raja Daud - "Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya." - 1 Samuel 17:12. Daud dipilih Tuhan untuk membawa perubahan dan pembaharuan dalam berbagai aspek kehidupan umat pilihan, baik kehidupan berbangsa dan bernegara maupun kehidupan rohani, dan bukan saja hal ini berlaku pada zamannya, melainkan juga pada masa kekekalan nanti, Daud tetap menjadi raja bagi seluruh umat Israel.

6. Hanukkah - "Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin." - Yohanes 10:22. Hari Pentahbisan Bait Suci atau disebut juga Hanukkah dalam bahasa Ibrani, merupakan perayaan ke-8 dalam kalender Ibrani setelah tujuh perayaan utama (God's Holy Feasts) yang tertulis dalam Kitab Imamat pasal 23. Hanukkah yang dirayakan selama delapan hari berturut-turut dari tanggal 25 Kislev - 2 Tevet setiap tahunnya. Sejarah mencatat bahwa Hanukkah ada sebagai rededikasi Bait Suci kepada Tuhan setelah selama 3,5 tahun dinajiskan oleh seorang penguasa Yunani bernama Antiochus IV Epiphanes di zaman Judas Maccabeus (168 - 165 SM).

7. Yohanes Pembaptis - "Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet." - Lukas 1:5. Yohanes Pembaptis merupakan Sang Pembuka Jalan bagi Yesus Kristus. Ayahnya ialah Zakharia, seorang imam dari rombongan Abia, yakni rombongan ke-8 dari dua puluh empat rombongan imam yang mendapat giliran bertugas di Bait Suci (1 Tawarikh 24:10).

8. Antikristus - "Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan." - Wahyu 17:11. Antikristus atau binatang yang keluar dari laut (Wahyu 13) merupakan raja ketujuh sekaligus raja kedelapan yang akan bangkit melawan Tuhan dan berusaha membinasakan eksistensi umat pilihan, Israel. Namun takdirnya telah ditetapkan untuk eksis sesaat lalu binasa dalam kekekalan. Dan setelah ia binasa, akan ada Zaman Baru, Yerusalem Baru, Langit Baru dan Bumi Baru (Wahyu 21 - 22).

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.